Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2009

Mengenal SRMI

Sejarah Pembentukan

Diawali dari kelompok-kelompok pemuda yang diorganisasikan dan berhasil disatukan dalam kongres penyatuan organisasi kaum miskin diperkotaan yang membentuk wadah persatuan-Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK) pada tanggal 15 Oktober 2004 di Bogor, dihadiri oleh para wakil organisasi dari : Aceh, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur. Dalam perjalanan 5 tahun selajutnya terlaksana Konggres I SRMK pada 13-14 Maret 2008 di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat memutuskan perubahan nama menjadi Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan kemudian perkembangan organisasi bergerak maju untuk merespon situasi dan kondisi saat itu hingga terlaksana kembali Kongres pertama Serikat Rakyat Miskin Indonesi (Kongres I SRMI)SRMI pada17-18 Desember 2011 di bandungan Jawa tengah, yang dihadiri perwakilan dari Sulawesi selatan, Sulawesi tenggara, Jawa Timur,jawa Tengah, Jawa Barat, Dki Jakarta, Maluku Utara. Dalam hasil Kongres Luar Biasa telah menghasilkan beberapa ketetapan yang harus dipertanggung jawabkan pada 2011-2014.

Dalam melakukan perjuangan mendapatkan hak dasar sesuai dengan UUD 1945, maka SRMI menetapkan asas perjuangannya,

Asas Perjuangan

Azas adalah Pancasila.

Tujuan SRMI adalah mewujudkan sistem masyarakat yang adil, modern, sejahtera, demokratik, bersih dan mandiri serta setara sepenuh-penuhnya di bidang sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya dalam prinsip demokrasi-kerakyatan dan gotong royong.

Gotong royong adalah makna dari penerapan Pancasila dan telah menjadi landasan kesempurnaan perjuangan SRMI bersama masyarakat miskin di perkotaan maupun di pedesaan.


hasil dari Kongres Luar Biasa Pertama Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI)juga telah merumuskan bersama: program perjuangan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang berhubungan langsung dengan kehidupan mayoritas rakyat.

Dalam mencapai tujuannya, Serikat Rakyat Miskin Indonesia akan terus konsisten dalam perjuangannya bersama rakyat dalam mendapatkan hak-hak dasar dan mentransparansikan hasil perjuangan kepada anggotanya sehingga SRMI dapat membesar, kuat dan harmonis.

A. PROGRAM DARURAT

1. Memperjuangkan subsidi sembako, obat-obatan dan BBM (Minyak tanah dan elpiji).

2. Negara harus membuka lapangan kerja yang bermartabat untuk seluruh pengangguran.

3. Memperjuangkan pendidikan gratis, massal dan layak.

4. Memperjuangkan kesehatan gratis, massal dan layak.

5. Memperjuangkan klinik ibu dan anak yang layak, gratis dan massal.

6. Memperjuangkan pengadaan program gizi bagi balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui.

7. Memperjuangkan pengadaan program baca tulis bagi rakyat usia dewasa yang buta huruf.

8. Menolak segala penggusuran.

9. Memperjuangkan dan memberikan jaminan hukum bagi pekerja sektor informal (PKL, Asongan, Pelacur dll).

10. Pengadaan rumah murah dan sehat bagi rakyat.

11. Penyediaan beras murah berkualitas bagi rakyat.

12. Menggratiskan seluruh biaya pengurusan pembuatan dokumen Negara yang harus dimiliki oleh Negara sehubungan dengan kewarganegaraan (KTP, KK, Akte Kelahiran, Akte Nikah, dsb).

13. Menolak swastanisasi berbagai BUMN/BUMD.

14. Menolak dan menghapus seluruh produk hukum yang merugikan rakyat miskin yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945.

15. Menuntut perubahan kriteria miskin versi Badan Pusat Statistik (BPS).

16. Menambah anggaran jaminan social bagi penyandang cacat dan lansia.

17. Menyediakan transportasi murah dan berkualitas bagi rakyat.

18. Menyediakan ambulance gratis ditiap desa/kelurahan.

19. Pengadaan kain kafan dan lahan pekuburan gratis bagi rakyat miskin.

20. Pengadaan listrik dan air bersih gratis, massal bagi rakyat miskin.

21. Mendirikan koperasi ditingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia.

22. Pengadaan klinik, dokter, bidan sampai di tingkatan kecamatan/kelurahan/RW/RT/ secara gratis bagi rakyat miskin.

B. PROGRAM SOSIAL BUDAYA

1. Membangun kebudayaan ilmiah, demokratik dan kerakyatan.

2. Menghancurkan Budaya Patriarki, diskriminatif dan Budaya Feodalistik dan menghargai Pluralisme.

3. Menciptakan budaya cinta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

4. Membangun Budaya Mandiri dengan menghancurkan Budaya Konsumtif dan mengembangkan Budaya Berproduksi.

5. Menghancurkan Budaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

6. Merubah system Pendidikan yang Beroreintasi pasar menjadi system pendidikan yang berorientasi ilmiah, demokratik dan kerakyatan

Perjuangan kami akan terus menyentuh masyarakat miskin di seluruh provinsi dan kebupaten yang ada di indonesia

Saat ini SRMI memiliki ribuan anggota yang tersebar di berapa 11 Provinsi dan 31 kabupaten) meliputi;

1. Sulawesi Selatan

2. Sulawesi Tenggara

3. Jawa Timur

4. Jawa Tengah

5. Jawa Barat

6. DKI Jakarta

7. Maluku

8. Riau

9. Nusa Tenggara Timur

10. Lampung

11. Kalimantan

Pengalaman SRMI dengan berbagai pihak telah mendorong kemajuan anggota SRMI akan pentingnya perjuangan

RIAU (2011)

kemenangan pasangan Firdaus-Ayat dalam pilkada Kota Pekanbaru, diawali dengan kerjasama dalam

Kemenangannya Bukan hanya dukungan yang diberika SRMI RIAU tetapi perjuangan melawan KPU yang awalnya tidak mengakui kemenagannya, hingga dilakukannya pemungutan suara ulang

(PSU) Jilid II berlangsung 21 Desember 2011 lalu. Hasilnya: kemenangan pasangan Firdaus-Ayat malah bertambah menjadi 61, 82%. Dan disahkan oleh KPI sendiri pada 27 desember 2011

JAWA BARAT (2010)

Khususnya SRMI kab.tasikmalaya bekerja sama dengan PKL, pada tahun 2010 berhasil memperjuangkan 180an PKL yang tergabung dalam organisasi “HPKLS” Himpunan Pedagang Kaki Lima Singaparma, kab.tasik malaya dalam mengalahkan gugatan perdata 1 milyar yang dilakukan oleh pengusaha penyedia lapak (kontraktor) dengan metode aksi kepengadilan dan kekejaksaan sekaligus menghadiri sidang-sidang dengan membawa para pedagang.

Makasar (2010)

Tahun 2010, Dengan alasan keindahan kota dan ketertiban menjadi dalih pemerintah kota makassar bersama satpol pp melakukan penggusuran atau penertiban dan bahkan melarang sama sekali keberadaan pedagang asongan dianjungan pantai losari. Namun berkat perjuangan SRMI bersama pedagang asongan anjungan pantai losari yg berjumlah 107 orang telah berhasil mendapatkan hak untuk kembali berdagang di lokasi tersebut. Diawali dengan melaklukan demonstrasi mendatangi DPRD kota makasar dan Setelah melalui pendiskusian dan perdebatan yg panjang dalam ruangan Rapat Dengar Pendapat bersama pihak-pihak terkait,yang dihadiri juga oleh Asisten kota makassar, dinas pariwisata, dinas kebersihan, kepala satpol pp, camat, lurah dan kepolisian. akhirnya mengeluarkan keputusan bahwa pedagang asongan losari yg berjumlah 107 orang diijinkan kembali berjualan

Keberhasilan juga terjadi pada pedagang asongan pelabuhan soekarno-hatta, ketika Pelindo mau melakukan penertiban terhadap asongan, maka SRMI bersama basis pedagang disana melakukan aksi tepat depan pelabuhan Soekarno-Hatta kemudian dilanjutkan di DPRD Kota Makassar, supaya memediasi persoalan penertiban ini, akhirnya ditemukan titik terang bahwa asongan tetap diizinkan berjualan dengan syarat terdata jumlahnya dan memakai baju yang menandakan mereka adalah asongan.

Banyumas 2011

jamkesda di banyumas th 2011 untuk perorang di berikan Rp1.250ribu dalam satu kali selama satu tahun, lewat perjuangan srmi bs gol 6 x penggunaan dalam setahun, seperti beberapa kasus patah tulang tercover sampe benar-benar sembuh, jg kasus kangker yg harus di kometarpi sampe 6 x. Untuk anggaran jamkesda tahun ini akan naik Rp3 juta/orang dan dapat digunakan beberapa kali. SRMI akan memperjuangkannya untuk untuk transfaransi anggaran ini

SRMI memperjuangkan pembangunan MCK

beberapa kasus diare pada anak-anak kurang mampu di desa karang nanas kec. Sokaraja kab.banyumas terlihat betul pola hidup bersih warganya tergolong kurang, ini jd analisa dari beberapa kasus diare anak-anak, beberapa rumah tidak memiliki MCK yang layak d rmhnya, setelah terbentuknya DPKc SRMI kec. Sokaraja, langkah-langkah perjuangan terus dilakukan hingga akhirnya Dinas Cipta Karya kab.banyumas mewujudkan program pendirian MCK. kucuran dana dari Kabupaten banyumas terealisasi sekitar 250jt untuk pembangunan 15 titik di desa karang nanas. SRMI juga menekankan usulan kepada bapeda yang sempat mensurvei lokasi agar septitank MCK bisa dimanfaatkan juga sebagai kolam ikan untuk pemberdayaan budi daya ternak ikan warga dan banyak lagi keberhasilan perjuangan SRMI di provinsi maupun kota perkabupaten

Continue Reading...

Dewan Pimpinan Nasional - Serikat Rakyat Miskin Indonesia
(DPN - SRMI)

Jl.Tebet Dalam II G No. 1 RT.008/RW.001
Kel. Tebet - Jakarta Selatan
Jakarta Barat 12810
Indonesia

Telp/Fax: (62) 21 8354513
Email: dpnsrminasional@yahoo.com
http://www.facebook.com/profile.php?id=100003705579674



Continue Reading...

Kamis, 10 Juli 2008

Kepengurusan

Susunan Kepengurusan
--------------------------------------------------

Dewan Pimpinan Nasional
Serikat Rakyat Miskin Indonesia
Periode Tahun 2011 - Tahun 2013


Wahida Baharuddin Upa
Ketua Umum

Iskohar
Sekertaris Jenderal

Andi Nursal
Bendahara


Henri Anggoro
Dept. Organisasi


Agus Casyono
Dept. Bacaan
Continue Reading...

Selasa, 05 Februari 2008

Mengenal lebih dalam Posko Perjuangan Rakyat Miskin

Sejarah Singkat
Posko Perjuangan Rakyat Miskin (POPRAM) adalah wadah perjuangan bagi Rumah Tangga Miskin yang didirikan sejak Oktober 2005, dan di deklarasikan di Kampung Guji Baru Duri Kepa Kebon Jeruk Jakarta Barat. Awalnya Posko ini bernama Posko Pengaduan, Pengawsan dan Sosialisasi BLT. Pada pertengahan bulan Mei 2006, dirubah menjadi POPRAM. Wadah ini terbentuk berkat inisiatif Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK), Laskar Pemuda Rakyat Miskin (LPRM), Serikat Pengamen Merdeka (SPM), dan Sanggar Belajar Rakyat Miskin Kota (SBRMK). Sampai saat ini sudah 3000 Rumah Tangga Miskin yang terdaftar sebagai Anggota POPRAM di wilayah DKI Jakarta.

Prestasi
Sejak di dirikan pada bulan Oktober 2005 hingga November 2006, ada empat Prestasi besar yang telah di hasilkan oleh POPRAM. Diantaranya sebagai berikut :

Petama,
POPRAM telah berhasil memenangkan (Kurang lebih) 2.000 Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam Mendapatkan Kartu Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kedua,
POPRAM telah berhasil membela RTM yang anggota keluarganya ditangkap oleh TRANTIB untuk mendapatkan pembebasan dari Panti Kedoya atau Cipayung Jakarta Timur. Kurang Lebih sudah 300 warga (dari anak-anak hingga orang tua) yang berhasil kami bebaskan.

Ketiga,
Membantu RTM dalam mendapatkan Layanan Kesehatan Gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Kurang lebih POPRAM telah berhasil membantu 250 RTM yang membutuhkan layanan kesehatan dengan pembebasan biaya yang cukup besar, bila tidak digratiskan, akan membutuhkan biaya yang cukup besar, mulai dari Rp 400.000 hingga 75 Juta (terhitung sejak Januari hingga Desember 2006).

Keempat,
Membantu RTM dalam mendapatkan pembebasan biaya sekolah anak. Dari 42 Rumah Tangga yang mengadu ke POPRAM, baru 2 siswa setingkat SMA yang berhasil mendapatkan pembebasan biaya sekolah. Yang lainnya hanya mendapatkan pembebasan biaya berkisar antara 20-50 % di Sekolah- sekolah Negeri (milik pemerintah) maupun milik Yayasan / Swasta.

POPRAM juga pernah melakukan kerja sama dengan MENKOKESRA ( Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ) dalam mengawasi berjalannya program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Adapun hasil kerja sama ini tertuang dalam surat perjanjian (No: 23C/SES/KESRA/XII/2005, No: A/KSB/DPN-SRMK/XII-05/01, tentang Peran Serta SERIKAT RAKYAT MISKIN KOTA dalam peningkatan keberhasilan pelaksanaan Subsidi Langsung Tunai Tahun 2005). Tertanggal 1 Desember 2005. Selain itu POPRAM juga mendapat dukungan dari anggota DPR-RI Komisi IX, General Manajer PT. ASKES, dan pimpinan DEPKES-RI. Adapun dukungan ini tertuang dalam Nota Dukungan atas berdirinya Posko Perjuangan Rakyat Miskin, tertanggal 11 Juni 2006.

Misi dan Visi
Misi
POPRAM awalnya hanya membela Rumah Tangga Miskin dalam mendapatkan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dalam perjalannya, setelah POPRAM berhasil mengupayakan pemenangan BLT untuk (kurang lebih) 2.000 Rumah Tangga Miskin, misi POPRAM bertambah dengan menerima pengaduan dan pembelaan bagi Rumah Tangga Miskin dalam mendapatkan layanan Kesehatan Gratis di Rumah Sakit dan Puskesmas, serta juga pembelaan bagi anak-anak rumah tangga miskin agar mendapatkan pendidikan gratis.

Visi
POPRAM jika penguasa maupun partai politik termasuk pemerintahan SBY-Kalla, MPR, DPR, DPRD, PEMDA beserta seluruh jajarannya tak ada yang mau secara sungguh-sungguh membela kehidupan rakyat dalam berbagai bidang, hak, tuntutan, dan masalah rakyat miskin kota, maka POPRAM bersama rakyat sendiri yang harus berkuasa atas roda pemerintahan di negeri ini.

Siasat Perjuangan
Kesemua prestasi kami dapat bukan dengan meminta belas kasih dari pemerintah SBY-Kalla atau pun dari Sutiyoso, Gubernur penggusur Rakyat. Semua ini berhasil kami perjuangkan berkat adanya aksi-aksi jalanan ( GERAKAN PROTES / DEMONSTRASI ) yang diikuti oleh ribuan massa rakyat miskin.

Bahwa untuk memaksa pemerintah memenuhi keinginan Rakyat Miskin, kami menyakini bahwa kita harus tak henti-hentinya berjuang, tidak putus asa memaksa pemerintah memenuhinya; Yang paling baik adalah : KITA HARUS MEMAKSA PEMERINTAH DENGAN CARA BERDEMONSTRASI DENGAN MASSA YANG BESAR, SELURUH WARGA SEBANYAK-BANYAKNYA BERGABUNG-BERJUANG UNTUK MEMAKSA PEMERINTAH MEMENUHI KEINGINAN RAKYAT MISKIN KOTA.

Karenanya kurang lebih sudah 5 kali POPRAM melancarkan aksi demonstrasi sebagai siasat perjuangan guna menekan pihak pemerintah memenuhi semua tuntutan, diantaranya sebagai berikut:

Aksi pertama dilancarkan pada bulan November, 2005, guna menuntut pencairan BLT bagi 400 RTM. Aksi yang hanya di ikuti oleh 400 RTM ini diadakan di depan Kantor Menko Kesra dan Istana Negara. Hasilnya, 350 RTM berhasil mendapatkan Kartu BLT.

Aksi kedua dilancarkan pada bulan Februari, 2006, kurang lebih ada 120 pengurus POPRAM mendatangi kantor pusat BPS. Hasilnya, satu hari kemudian 2.500 formulir yang kita ajukan di survai sebagai calon penerima manfaat program BLT.

Aksi ketiga digelar pada tanggal 15 Maret, 2006, guna menuntut janji BPS agar segera mencairkan kartu BLT. 1.500 RTM hadir dalam aksi ini. Hasilnya, beberapa minggu kemudian Kartu BLT cair.

Aksi keempat di gelar pada 29 Juni, 2006, dengan 4.000 massa (kurang lebih) sebagai peserta aksi. Aksi ini berhasil menekan pihak permerintah agar mengijinkan POPRAM membela rakyat miskin dalam mendapatkan kesehatan gratis.

Aksi Kelima berhasil kami gelar pada 26 November, 2006, dengan 3580 massa sebagai perserta aksi.

Bagaimana cara menjadi Anggota?
  1. Untuk menjadi anggota POPRAM sebaiknya di lakukan secara berkelompok untuk membangun solidaritas dan memudahkan administrasi.
  2. Calon peserta wajib mengisi formulir pendaftaran dengan jujur dan jelas.
  3. Membayar iuran pendaftaran sebesar Rp 3.000; untuk Kartu anggota
  4. Setiap calon anggota POPRAM sebelum melamar wajib mengerti dan memahami hak dan kewajibnya sebagai anggota serta menyetujui Visi dan Misi perjuangan POPRAM.
  5. Menyerahkan Foto Copy KTP, KK, serta Pas Foto ukuran 2 x 3 sebanyak 3 lembar
Hak dan Kewajiban Anggota
Hak Anggota
  1. Memperoleh jaminan pemerliharaan kesehatan secara gratis dengan syarat menyertai prosedur administrasi sebagaimana akan diterangkan di bawah ini.
  2. Mendapatkan pembelaan untuk pembebasan biaya sekolah dengan syarat menyertai prosedur administrasi sebagaimana akan diterangkan di bawah ini.
  3. Mendapatkan pembelaan bila tertangkap oleh TRANTIB untuk dibebaskan dari Panti Kedoya dan Cipayung. Dengan catatan anda tidak melakukan tindak kriminal.
  4. Setiap anggota akan mendapatkan kartu identitas POPRAM yang akan berlaku selama masa yang disepakati.
  5. Memberikan masukan atau pendapat untuk perbaikan kinerja POPRAM.
  6. Menerima terbitan yang dikeluarkan secara berkala.
Kewajiban Anggota
  1. Mentaati segala ketentuan dan kesepakatan.
  2. Terlibat dalam berbagai aktifitas Seperti ; Rapat, Pendidikkan, Membaca terbitan, Aksi Massa, penggalangan massa, Dialog Publik, dan lain-lain.
  3. Membayar iuran dana perjuangan dengan cara mencicil satu hari Rp 500;
  4. Menjaga nama baik organisasi
  5. Kartu anggota dicabut bilamana anggota melanggar peraturan yang berlaku
Prosedur Mendapatkan Pembelaan
Untuk memperoleh pelayanan pembelaan pada bidang kesehatan, pendidikkan serta pembebasan dari panti kedoya atau Cipayung haruslah mengikuti syarat-syarat berikut ini :
  1. Layanan Kesehatan
  2. Layanan Pendidikkan
  3. Layanan Pembebasan dari Panti Kedoya dan Cipayung
Continue Reading...
 

Berita SRMI.online Copyright © 2008 Designed by Dewan Pimpinan Nasional Serikat Rakyat Miskin Indonesia