Sabtu, 23 Mei 2009

SRMI Tuntut Bubarkan SATPOL PP !!!


SRMI DKI Jakarta
Kasus meninggalnya bayi, Siti Khoiyaroh di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), yang tersiram air bakso saat penertiban oleh Satpol PP serta meninggalnya seorang PSK, Fifi akibat razia yang dilakukan Satpol PP di Tangerang mengundang keprihatinan yang mendalam bagi puluhan anak jalanan, pengamen dan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Seniman Jalan Jakarta (Senja).

Dengan membawa boneka anak kecil yang dipocong dan puluhan poster mereka berjalan dari perempatan Grogol menuju depan kampus Trisakti, Jakarta Barat.

Menurut koordinator aksi, Hendry Anggoro dua kasus ini merupakan sebuah bukti ketidakbecusan pemerintah dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi rakyat.

“Mereka hanya menjadi korban atas nama ketertiban dan keindahan. Mereka tidak mengerti begitu susahnya mendapatkan uang. Pemerintah terlalu arogan, ketidakmampuannya menyediakan pekerjan, layanan kesehatan dan pendidikan akhirnya menjadikan kami menjadi sasaran kambing hitam” jelasnya, Sabtu (23/5).

“Harusnya ada solusi buat kami, nasionalisasi industri yang memihak rakyat dan pemerataan pembangunan hingga ke daerah. Siapa yang mau kerja seperti ini, kalau ada yang lebih baik, kamipun mau. Saat ini kami pingin hidup layak. Pemerintah bisa tidak memberikan?” tuntut Hendry.

..Trantib musuh rakyat…Bubarkan sekarang juga. Sebaris kalimat yang dijadikan yel-yel untuk membakar semangat mereka dalam mengadapi panasnya matahari yang menyengat kulit. Aksi sempat memacetkan arus lintas, karena bahu jalan dipergunakan untuk melakukan aksi teatrikal yang menyimbolkan arogansi Satpol PP terhadap mereka.

(Berita SRMI.Online)
 

Berita SRMI.online Copyright © 2008 Designed by Dewan Pimpinan Nasional Serikat Rakyat Miskin Indonesia